Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan beberapa teman-teman yang memang sudah lama kami tidak berkumpul untuk sekedar ngobrol-ngobrol. Meskipun waktu itu saat yang tidak tepat untuk ngobrol, tapi saya mendapatkan sesuatu yang bisa dibilang menambah wawasan saya.
Seorang teman saya, katakana lah si S bercerita bahwa si K (yang juga saat itu sedang berkumpul bersama) suatu hari pernah meminjam HP nya dan tanpa sepengetahuan S, K mengirimkan sms kepada ibu S. kira-kira isi pesannya adalah:
“Ma, S sayang sama mama, mama sayang ngak sama S. Maaf S baru bilang ini sekarang”
Menerima sms seperti itu, ibu S langsung memelepon S dan berkata bahwa ibu S sangat sayang kepada S dan bertanya mengapa S mengirimkan sms seperti itu. Tentu saja S bingung dan sadar bahwa K mengerjainya.
Dari luar, nampaknya hal yang dilakukan K sangat kurang kerjaan, tetapi setelah berbicara dengan K, saya menjadi tahu dia tidah hanya sekedar iseng. Selain iseng, dia punya tujuan lain. Dia berkata bahwa sudah banyak teman-temannya yang menjadi “korban” smsnya, dan reaksi yang diberikan oleh orang tua teman-temannya rata-rata hampir sama, yaitu mengatakan bahwa mereka juga menyayangi anak mereka. Maksud si K mengirimkan sms itu adalah untuk memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak yang selama ini kurang hangat. Saya cukup kaget mendengarnya bahwa beberapa orang yang saya kenal memiliki hubungan yang kurang hangat dengan kedua orang tuanya, bukan karena saya memiliki hubungan yang hangat dengan kedua orang tua saya, tetapi saya merasa bahwa selama ini hanya saya yang mengalami hubungan yang kurang hangat dengan kedua orang tua saya.
Maksud si K sebenarnya mulia sekali, memang benar, mengucapkan kata “sayang” kepada kedua orang tua dapat memberikan dampak yang berbeda dalm kehidupan keluarga. Tidak semua orang, bahkan dapat dikatakan sedikit orang yang sering mengatakan “sayang” kepada keluarga sendiri. Jadi…..sudahkah anda mengatakan sayang kepada keluarga anda?, saya belum










